Dampak Psikologis Perundungan
Universitas Bung Karno mengadakan kuliah umum yang bertemakan “Dampak Psikologis Perundungan: Memahami Kesehatan Mental Korban dan Pentingnya Intervensi Dini” bersama Inas Ngesti Pribadi, M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis Bright Soul Surabaya) yang bertempat di Aula Dr. Ir. Soekarno, Kampus UBK Kimia, Jakarta Pusat pada hari Kamis (18/12/2025).
Kuliah umum kali ini juga sebagai bentuk sosialisasi peraturan Menteri Pendidikan Tinggi dan Teknologi Nomor 55 tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi. Acara ini dibuka dengan sambutan dari ketua penyelenggara sekaligus Wakil Rektor III UBK, bapak Drs. Daniel G.H. Panda, M.H., dan juga Rektor UBK, Dr. Ir. Sri Mumpuni Ngesti Rahaju, M.Si. Tidak ketinggalan pula turut Wakil Rektor II ibu Melinda. S.E., M.Si., Wakil Rektor IV UBK Bapak Franky Paulus S.T. Roring, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ibu Galuh Sukmaranti, S.I.Kom., M.SI., Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Alexius Ulan Bani, S.T, M.Kom., serta jajaran staf, dosen UBK dan juga para mahasiswa dari UBK.
Dalam sesi kuliah umum bersama Inas Ngesti Pribadi, M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis Bright Soul Surabaya) yang bertindak sebagai moderator yaitu bapak Harsen Tampumori, S.I.P., M.A. Kuliah umum kali ini mentitik beratkan pada dampak psikologi yang dialami para korban bullying (perundungan), terlebih untuk kesehatan mental korban dan juga memahami pentingnya intervensi dini terkait hal tersebut.
Antusiasme yang begitu besar dari pada peserta kuliah umum terlihat dari sesi tanya jawab yang begitu interaktif. Ini menjadi bukti bahwa perundungan sudah menjadi fenomena yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan tidak dapat ditolelir, mengingat dampak yang akan didapatkan dan dirasakan oleh korban itu sendiri.
Diharapkan dengan kuliah umum kali dapat memberikan wawasan terkait dengan perundungan yang memang sudah tidak dapat dinormalisasi lagi. Dengan komitmen dan upaya bersama dari seluruh civitas akademika UBK dapat menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang lebih aman dan inklusif.

